Langsung ke konten utama

Interview of Assalaam Students with Colonel Prof. DR. H. Kamarudin bin H. Kachar, the Chairman of Malaysian National Scout Organisation: "sekali pramuka, tetap pramuka, once be a scout – always be a scout…"

When The Eleventh Malaysian National Scout Jamboree was held in Desember 2006 in Ulu Bendol, Kuala Pilah, Negeri Sembilan, SD Assalaam contingent members, represented by Dion Nurfadhilah, Fabian, Febrian, Farraz, Iqbal, Fikron, Wina, Zati, and Rifka, had great opportunity to interview him. 

Dion: What is your position right now, Sir?
H. Kamarudin: I'm Kamarudin bin Haji Kachar, I became the Chairman of Malaysian National Scout Organization. 
Iqbal: From the age of what were you active in scouting activities?
H. Kamarudin: From the age of ten years, it has been so long time ago.
(Answering the question, Mr. Kamarudin's sight point to the badge mention on Iqbal's jacketl), Where are you guys from? From Bandung, Indonesia? (Mr. Haji Yacoob, The Chief of Johor State, who contributed the West Java's contingent turned his sight and answered: “They are all my children.”
H. Kamarudin: Oh you seem together with your foster father, huh?(laughing out loudly) Any more questions, my boys?
Fikron: Had you got any unforgettable experiences during the small scout boy, Sir?
H. Kamarudin: Wow, It was building the tent, then it rained heavily, we then made floor from bamboo so we could sleep as well, it was in the night. Everybody worked together in a teamwork patrol system, in scouting it's a must, helping each other, there was a chief, and also members, and of course we have to obey the chief.


Febrian: And what was your impressive experience?
H. Kamarudin: It was swimming test in the river, I passed the test only by twice while my friends had to pass it in five times.
Fikron: What is your great scouting program in the future?
H. Kamarudin: The program such we have got today is one of our great agenda, and also we would like to hold Rover Moot Asia, it is scout gathering for the age of eighteen that would be held in 2008.
Rifka: Sir, Would you like to suggest us as the young scout children?
H. Kamarudin: My message is once be a scout – always be a scout, always be the best of the best, the best in attitude, manner, and activity, and you also have to increase your quality of life, and achieve to be the best, because the scout boy has to get the good personality, too.


After interview, we presented the gift of Indonesian Scout Doll named ANAKING, means the Indonesian Boy who always contributes his life for the country, it was a friendship symbol between us and Mr. Kamarudin and also the Malaysian Scout in general.

Dion Nurfadhilah, Fabian, Febrian, Farraz, Iqbal, Fikron, Wina, Zati, Rifka, are Bella, Little Scout Journalists of Scout Movement of 14031-14032 SD Assalaam, JL. Sasakgantung 1-3 Bandung 40251, Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al Irsyad Satya Kenalkan Wirausaha ke Siswa

Untuk melatih siswa Al Irsyad Satya, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kab. Bandung Barat, terhadap wawasan wirausaha dan daya kreasi cipta anak, maka Al Irsyad mengadakan "Hari Pasar (Market Day), Rabu (13/6). Para ssiwa berupaya mengolah makanan menjadi barang jualan kepada teman-temannya. "Setiap kelas dari SD kelas 4 hingga SMA kelas 2 memiliki stan jualan dengan menjalankan prinsip berdagang yang saling menguntungkan antara penjual dan pembeli" kata guru Al Irsyad Satya, Dendi Ruswandi. Mela, salah seorang siswa SMA kelas 1 menuturkan, "Hari Pasar" selain menyenangkan juga dapat merasakan bagaimana repotnya berjualan. "Seperti itulah barangkali yang dirasakan oleh para pebisnis dalam memasarkan produknya. Ada suka maupun dukanya," kata Mela. Acara berlangsung semarak dengan para siswa berupaya menjual barang-barang dagangannya kepada guru, karyawan, maupun siswa lainnya. Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/192203

Wawancara Warcil Dion Nurfadhilah Benardi dengan Duta Besar Palestina, Ribhi Awwad. “Saya terharu dengan solidaritasmu.”

Pada acara pesantren ramadlan, Oktober 15, 2005, SD Assalaam mengundang Duta Besar Palestina, sebagai nara sumber talkshow tentang nasib anak-anak Palestina di bawah kekejaman Israel. Pada kesempatan ini Warcil Dion Nurfadhilah Benardi , siswa kelas 5 SD Assalaam 1 (sekarang kelas 3 SMPN 5 Bandung)  ‘memburu’ Pak Dubes hingga ke kamar hotelnya setelah acara talkshow selesai, demikianlah petikan wawancaranya: Di manakah letak Palestina dan bisa diceritakan gambaran singkat tentang Palestina? Palestina terletak di Timur Tengah yaitu bagian barat benua Asia  dengan iklim berubah-rubah antara iklim Laut Tengah dan iklim gurun. Lokasi strategis Palestina merupakan faktor penghubung antar berbagai benua Asia, Afrika dan Eropa. Palestina menjadi pusat bagi kerakusan banyak orang yang ingin berkuasa dan mengeksploitasi keistimewaannya, di kawasan ini banyak bangsa-bangsa terlibat peperangan; Romawi, Yunani, Persia. Palestina mempunyai kedudukan penting karena di sini terlet...

Wawancara Warcil Ridho dengan Bapak Ilham Djaya, S.H., M.Pd.: “Merokok Adalah Pintu Narkoba”

Dalam rangkaian kegiatan MOS (masa orientasi siswa) awal tahun di SD Assalaam Bandung, ada kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banceuy (Lapas Khusus Narkoba), warcil Muhammad Akbar Ridho Hilal, kelas VI-F menggunakan kesempatan itu untuk wawancara dengan Kepala Lapas, Bapak Ilham Djaya, S.H., M.Pd. Demikian petikannya: Apa tugas Bapak sebagai kepala lapas di sini? Mengurus seluruh hal. Jika ada sesuatu, Bapak harus turun tangan. Apa sebenarnya yang dilakukan oleh Lapas dalam menangani para narapidana? Kita melakukan pembinaan para napi dengan kegiatan yang sangat beragam, ada terapi sosial dan ada terapi medis. Terapi sosial meliputi kegiatan kesenian, olah raga, dan terapi komuniti. Dalam terapi seni budaya, ada dari rampak gendang, angklung, dan nasyid. Terapi olah raga ada ada voli, sepak bola, semua itu biar para napi selalu memiliki kegiatan. Dalam terapi komuniti, ada program KDS (Kelompok Dukungan Sebaya) yang ber...