Langsung ke konten utama

Wawancara dengan Dubes Palestina untuk Indonesia, YM. Fariz Mehdawi: Rakyat Palestina Cinta Indonesia

Dalam mengisi liburan akhir tahun, English Club SD Assalaam mengadakan kunjungan ke kedutaan-kedutaan Negara sahabat di Jakarta, pada kunjungan ke Kedutaan Palestina di Jl. Diponegoro 59 Jakarta, warcil SD Assalaam diterima hangat oleh YM Bapak Fariz Mehdawi, Duta Besar Palestina untuk Indonesia.
Berikut adalah wawancara dalam bahasa Inggris yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

YM Fariz Mehdawi mengawali pertanyaan kepada Warcil SD Assalaam: "Apa yang kamu pikir tentang Palesina?"
Shofi: "Yang saya tahu Israel menyerang dan menduduki Palestina."
Afham:"Bisa diceritakan gambaran ringkas tentang Palestina, Yang Mulia?"

YM Fariz Mehdawi: "Palestina adalah sebuah Negara di Timur Tengah yangberibukota Jerusalem, di sebelah utara berbatasan dengan Siria, di selatan dengan Mesir, sebelah timur deng Jordania dan di sebelah barat dengan Laut Tengah."

Laras Guswara: "Apa peranan Palestina di dunia internasional?"
YM Fariz Mehdawi: "Palestina sangat penting bagi semuanya, bukan saja umat Islam, tapi juga bagi Yahudi dan Nasrani. Nabi-nabi mereka lahir di sini, dan jesus juga lahir di Nazareth, Palestina. Orang-orang dari Eropa lalu kemudian berdatangan ke Palestina untuk merampasnya, dan saat ini kami masih berperang melawan mereka."
Nanda Ghalib: "Bagaimana tentang kekayaan alam dan penduduknya?"
YM Fariz Mehdawi: "Palestina memilki banyak jenis buah-buahan, ada ada buah-buahan khas laut Tengah pada musim semi, dan memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam seperti halnya Indonesia."

Alza Amirzan: "Bagaimana kerjasama dengan Indonesia?"
YM Fariz Mehdawi: "Banyak sekali, Indonesia adalah Negara yang mensupport kitasaat kita berperang dengan Israel dengan memberikan kami dana dan obat-obatan. Ada juga pelajar dan insinyur kami yang dididik di sini. Bangsa Indonesia adalah saudara bagi bangsa Palestina, mereka sangat cinta Indonesia."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wawancara Warcil Ridho dengan Bapak Ilham Djaya, S.H., M.Pd.: “Merokok Adalah Pintu Narkoba”

Dalam rangkaian kegiatan MOS (masa orientasi siswa) awal tahun di SD Assalaam Bandung, ada kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banceuy (Lapas Khusus Narkoba), warcil Muhammad Akbar Ridho Hilal, kelas VI-F menggunakan kesempatan itu untuk wawancara dengan Kepala Lapas, Bapak Ilham Djaya, S.H., M.Pd. Demikian petikannya:

Apa tugas Bapak sebagai kepala lapas di sini? Mengurus seluruh hal. Jika ada sesuatu, Bapak harus turun tangan.

Apa sebenarnya yang dilakukan oleh Lapas dalam menangani para narapidana? Kita melakukan pembinaan para napi dengan kegiatan yang sangat beragam, ada terapi sosial dan ada terapi medis. Terapi sosial meliputi kegiatan kesenian, olah raga, dan terapi komuniti. Dalam terapi seni budaya, ada dari rampak gendang, angklung, dan nasyid. Terapi olah raga ada ada voli, sepak bola, semua itu biar para napi selalu memiliki kegiatan. Dalam terapi komuniti, ada program KDS (Kelompok Dukungan Sebaya) yang bertujuan agar seorang narapidana baru bisa berkomunikasi dan …

Muhammad Imam Fauzan, Ketua Osis Yang Jago Silat

WAH kalau belajar berorganisasi sejak kecil, bagus banget tuh. Kalau udah dewasa nanti, semoga aja bisa memimpin anak buah dengan baik, ‘ner gak? Nah sobat kita Muhammad Imam Fauzan, siswa kelas VI-B SD Assalaam Bandung, juga begitu. Cowok kece kelahiran Bandung, 2 Juni 1998 ini kecil-kecil udah jadi ketua OSIS lho.... Tau gak OSIS? Ada gak sih OSIS di sekolah kalian?


OSIS itu sebuah organisasi siswa yang biasanya baru ada di tingkat SMP. Dalam organisasi inilah, siswa-siswa belajar berkegiatan, tentunya kegiatan yang positif ya... Misalnya, menggelar kegiatan pentas seni, kejuaraan bidang olah raga, ataupun bidang mata pelajaran, dll. Sebagai ketua, tentu saja Imam menjadi belajar jadi pemimpin dan belajar mengatur anggotanya.


Putra bungsu dari tiga bersaudara pasangan Bapak H. Edy Sunardi dan Ibu Hj. Dedeh Kusliah ini terpilih menjadi ketua OSIS, Sabtu (8/8), hasil pemilihan para ketua murid dari kelas IV sampai kelas VI. Mungkin, karena Imam dikenal banyak siswa dan karena Imam aktif…